Selasa, 16 Juni 2015

Sosiologi Komunikasi : Media dan Ideologi


Kata  Pengantar

Assalamu’alaikum wr.wb..

                Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang mana atas karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini. Tak lupa pula penulis kirimkan Shalawat beserta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW dengan mengucapkan "Allahumma sholli'ala Muhammad wa'ala 'ali Muhammad ".
Adapun yang ingin disampaikan penulis tentang Karya Tulis Ilmiah ini adalah. berdasarkan tugas Ulangan Tengah Semester 1 Sosiologi Komunikasi. Penjelasan lebih lanjut tentang makalah ini djelaskan pada bab pembahasan.
Dalam Karya Tulis Ilmiah ini mungkin ada beberapa kalimat-kalimat yang kurang pas atau kurang mengena dalam kalimat mohon dimaafkan karena kami baru pemula untuk membuat Karya Tulis Ilmiah sehingga seperti itu, kami harap dapat mengerti.
                Demikianlah yang dapat Penulis sampaikan, lebih dan kurang mohon dimaafkan.


Waalaikum’salam wr.wb..


BAB I
PENDAHULUAN

Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan. Media juga digunakan untuk menyalurkan pesan, informasi atau bahan pelajaran kepada penerima.

      Pada zaman modern seperti sekarang ini, media berfungsi untuk menyebarluaskan suatu berita kepada publik. Saat ini media juga dapat dijadikan sarana untuk  menyebarkan ideologi tertentu kepada masyarakat luas. Ideologi media ini dapat diamati melalui isi pemberitaan, dari situ akan terlihat kemana pemikiran dari media (berkaitan juga dengan pekerja media) diarahkan.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apakah definisi ideologi?
2. Apakah contoh pekerjaan media yang sedang menyebarkan ideologi tertentu ?


1.3 TUJUAN
Tujuan dibuatnya makalah ini guna memberikan pengetahuan tentang definisi ideologi, hubungan antara ideologi dengan media, dan contoh pekerjaan media yang sedang menyebarkan ideologi tertentu.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Ideologi
Secara umum, ideologi dapat diartikan keyakinan dan gagasan yang ditaati oleh suatu kelompok, kelas sosial, suatu bangsa, atau ras tertentu.
Namun, dalam lingkup media, ideologi diartikan sebagai sistem makna yang menjelaskan dan mendefinisikan realitas membuat nilai-nilai pembenaran atas realitas itu. Ideologi tidak hanya untuk meyakini realitas. Ideologi juga menjadi cara dasar untuk mendefinisikan realitas, sehingga ideologi tidak hanya berhubungan dengan persoalan politik.
Bagi orang – orang yang berkecimpung didunia politik, berita maupun hiburan dalam media dapat dijadikan jalan untuk menyebarkan suatu ideologi. Mereka menganggap bahwa media itu ideologis, menjual pesan dan pandangan-pandangan tertentu.

B. Contoh Pekerjaan Media yang Sedang Menyebarkan Ideologi Tertentu

                Pekerjaan media pada zaman sekarang sudah sangat banyak, diantaranya pekerjaan yang meliputi advertising, public relationship, broadcasting, dll. Masing-masing pekerjaan media tersebut memiliki fungsi dan perannya masing-masing dalam dunia hiburan. Disini saya akan mengambil tentang pekerjaan media yang berhubungan dengan lagu Republik Cinta yang diketuai oleh Ahmad Dhani.
            Telah banyak rumor-rumor yang mengatakan bahwa album-album grup musik Dewa 19 banyak memiliki simbol-simbol aneh seperti simbol bermata satu yang diartikan sebagai iluminati atau dewa bermata satu. Simbol-simbol itu adalah simbol bangsa Yahudi yang mana Bangsa Yahudi mempunyai rencana besar untuk menguasai seluruh umat manusia dimuka bumi, kemudian membuat mereka bertindak secara sadar atau tidak sadar menjadi pelayan Yahudi yang derajatnya dianggap sama dengan binatang.
            Di cover depan album Dewa 19 (1992) ada gambar piramid yang diatasnya disamarkan, tapi jika diperbesar akan tampak ada sesuatu di puncaknya. Ini mirip dengan lambang gerakan rahasia Zionisme (iluminati). Pada cover album pertama Dewa 19, terdapat gmbar piramida tak sempurna. Piramida tersebut terpancung dibagian ujungnya. Lambang tersebut sudah dikenal luas sebagai salah satu lambang Yahudi, lambang gerakan Masonis-salah satu organisasi Yahudi dan juga lambang tersebut pada uang 1 dollar Amerika. Dalam mitologi Judaisme angka “19” dikenal sebagai “Dark Star” (Bintang Kegelapan). Jika dicermati dengan seksama apabila puncak gambar piramid yang ditutupi kabut diperbesar, maka terlihat dipuncak piramid itu-walau agak samar, ada sesuatu yang tidak lancip malah berwarna gelap yang cenderung berbentuk bulat yang bisa jadi merupakan bola, lingkaran, atau juga bisa sebuah mata. Dalam album-album selanjutnya Dewa juga banyak memuat logo dan sombol-sombol Zionis.
            Selain itu, dalam Album Laskar Cinta ada sebuah lagu berjudul “satu”. Syairnya bagaikan kerinduan yang teramat sangat seorang kekasih kepada pujaan hatinya.
            Satu – Dewa
Aku ini adalah dirimu
Cinta ini adalah cintamu
Aku ini adalah dirimu
Jiwa ini adalah jiwamu
Rindu ini adalah rindumu
Darah ini adalah darahmu
Reff:
Tak ada yang lain selain dirimu
Yang selalu ku puja
Ku sebut namamu di setiap hembusan nafasku
Ku sebut namamu, ku sebut namamu

Dengan tanganmu aku menyentuh
Dengan kakimu aku berjalan
Dengan matamu aku memandang
Dengan telingamu aku mendengar
Dengan lidahmu aku bicara
Dengan hatimu aku merasa
Ternyata syair lagu tersebut merupakan manifestasi dari paham sesas “Widhatul Wujud” (bersatunya makhluk dengan pencipta). Adapun pada versi CD nya terdapat ucapan terima kasih kepada: Syekh Lemah Abang. Dan pada versi kaset terdapat ucapan terima kasih kepada Al-Hallaz. Diketahui bahwa keduanya adalah ulama sesat penganut Widhatul Wujud. Siapapun yang pernah mempelajari sejarah walisongo pasti tahu bahwa “Syekh Lemah Abang” adalah nama lain dari “Syekh Siti Jenar” yang diperintahkan dipenggal kepalana oleh walisongo.
Strategi penyebarluasan simbol Yahudi di masyarakat ternyata sudah dalam tahap yang memprihatinkan, seperti pada video clip dan cover cd atau cover kaset Dewa 19, aksesoris, kaos, dll.
Simbol Yahudi dengan cerdik diletakkan dengan berbagai cara dan hanya bisa dilihat dengan cara-cara tertentu. Ada yang dibuat terbalik, disamarkan, diputar dan hanya bisa dibaca didepan cermin.
Banyak strategi yang dilancarkan oleh kaum Yahudi yang berkedok Kemanusiaan, Hak Asasi Manusia, Penyebarluasan simbol Yahudi dll yang merupakan tak-tik belaka untuk meraih tujuan akhir mereka.
           

BAB III
PENUTUP

Pada dasarnya tidak ada ideologi tunggal dalam media. Media hanyalah sebagai perantara dalam memublikasikan suatu informasi kepada masyarakat luas.
            Kadang-kadang media melakukan kritik terhadap organisasi dan norma-norma sosial kontemporer. Tapi komersialisasi membuat kritik tersebut berada dalam kesulitan. 
Media konsisten mempromosikan ideologi alternatif, seperti koran local, lagu-lagu atau film-film independen. Hanya saja, jumlah media seperti ini dan juga audiensnya sangatlah kecil.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar