Senin, 19 Oktober 2015

Political Marketing-Propaganda antara Prabowo VS Jokowi pada Pemilu 2014


PROPAGANDA PEMILU 2014 ANTARA PRABOWO VS JOKOWI
        I.            PRABOWO
Description: D:\PRABOWO III.jpg 
Tipe Propaganda           :  Propaganda yang disengaja, yaitu dengan sengaja mengindoktrinasi komunikan dengan pandangan-pandangan tertentu.  Slogan tim Prabowo adalah ‘selamatkan Indonesia’. Slogan ini efektif untuk melancarkan dua alat propaganda lainnya. Pertama adalah ‘pembentukan ‘musuh’ bersama’, musuh yang dibayangkan adalah segala bentuk ancaman dari luar/asing. Sentimen yang muncul dari pembentukan rasa takut secara kolektif ini sejalan dengan citra yang dibangun tentang Prabowo. Karena ada ‘musuh’, maka kita butuh pemimpin militeristik yang ‘kuat’, ‘tegas’, ‘berani’ dan ‘agresif’. Kedua, yaitu rasa urgensi (sense of urgency). Perasaan oleh ‘rasa takut’ bahwa ada bahaya laten menghadapi bangsa. Seperti kebanyakan alat propaganda tradisional lainnya, propaganda ini beroperasi dengan mengeksploitasi emosi masyarakat dan bukan membangun cara berpikir yang logis.
Teknik Propaganda   : Teknik Transfer Image. Citra ‘ksatria militer ideal’ pun dibangun dengan simbol-simbol tradisional. Prabowo menggunakan burung garuda untuk melekatkan ide nasionalisme, sementara kuda dan keris digunakan untuk memainkan nostalgia ksatria militer Jawa. Rasa ‘aman’ yang ditawarkan dengan simbol-simbol ini bekerja melalui pembentukan ide pemimpin yang patriotik, militeristik yang akan ‘memenangkan’ Indonesia menjadi ‘bangsa yang ditakuti, disegani dan dihormati’ melalui penaklukan ‘musuh’. Citra Prabowo sebagai ‘ratu adil’ ini dibangun dengan teknik-teknik estetika visual yang khas dalam iklan-iklan kampanyenya. Teknik yang pertama adalah dengan membangun sosok narsisistik, sosok ‘aku’. Teknik kedua adalah pengambilan gambar dan voice-over yang dibiarkan impersonal dan berjarak, seakan-akan kita semua sedang menyaksikan Prabowo tanpa ikut di dalamnya.

     II.            JOKOWI
Description: D:\JOKOWI V.jpg 
Tipe Propaganda   :  Propaganda yang tersembunyi, yaitu propagandis menyelubungi tujuan yang sebenarnya. Hubungan pemimpin dan yang dipimpin pun dibuat kooperatif—ada kerjasama dua arah. Ini sesuai dengan orientasi kampanyenya yang berorientasi pada pembentukan komunitas. Jokowi juga mempopulerkan aktivitas ‘blusukan’ yang juga menjadi simbol propaganda Jokowi. Dalam blusukan, jokowi membuat politik komunikasi yang dua arah-saling mendengar dan memberi masukan, dan membentuk hubungan yang personal dengan calon pendukung. Politik komunikasi dua arah seperti ini memungkinkan masyarakat menggunakan kemampuannya untuk menjadi ekstensi propaganda, dengan menjadi relawan, ikut kampanye dll. Dukungan kepada Jokowi banyak bermunculan dengan turunnya masyarakat ke jalanan dengan menjadi relawan, selebaran/koran, membuat kampanye lewat blog, twitter, facebook, membuat lagu simpatisan
Teknik Propaganda   :  Glittering Generalities, yaitu dengan menggunakan “kata yang baik” untuk melukiskan sesuatu agar memperoleh dukungan, tanpa menyelidiki ketepatan asosiasi itu.  Tekniknya fokus pada pembangunan komunitas. Slogan kampanyenya ‘Indonesia hebat’ (atau ‘Jakarta baru’ di masa pencalonan gubernur), membangun rasa bangga dan ‘mandiri’. Simbol Jokowi yang paling dikenal adalah baju kotak-kotak merah, baju kotak-kotak memiliki kesan tidak formal dan santai jadi efektif dalam memikat anak-anak muda dan juga kemeja putih polos dengan lengan tangan dilipat ke atas, sehingga ia sering dianggap mengidentifikasi diri dengan kaum pekerja—bukan kelas berjas dan berdasi—dan membuat citra sosok kelas bawah yang sederhana. Iklan TV kampanye Jokowi muncul diakhir iklan untuk mempromosikan partainya. . Penggunaan kata ‘kita’ dalam voice-over beberapa iklan memberikan rasa inklusif bagi penonton. Hubungan antara Jokowi dan penonton jadi tidak berjarak dan lebih personal. Dengan membangun rasa komunitas dan hubungan kerjasama horisontal, tim Jokowi berhasil mengorganisir masyarakat dan merangsang munculnya aktivitas-aktivitas dari bawah ke atas (bottom up) untuk mengkampanyekan dirinya.

Tipe Kepemimpinan Kandidat Pemilihan Walikota-Wakil Walikota Pekanbaru 2011


Kndidat pada Pemilihan Walikota-Wakil Walikota 2011 di Kota Pekanbaru mempunyai 2 kandidat, yaitu H.Firdaus ST.,MT berpasangan dengan Ayat Cahyadi, Ssi dan kandidat lainnya adalah Hj.Septina Primawati berpasangan dengan H.Erizal Muluk.
Pada tanggal 18 Mei 2011, Firdaus-Ayat Cahyadi memenangkan Pilkada Kota Pekanbaru 2011 mengalahkan Septina-Erizal.
§  Leadership atau Kepemimpinan dari Firdaus-Ayat Cahyadi adalah
Tipe Birokratik dan Kharismatik.
Biroktatik karena pasangan ini lebih formal dan sistematik dalam membangun Kota Pekanbaru yaitu meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat dengan meningkatkan investasi, pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan dukungan fasilitas yang memadai dan iklim usaha yang kondusif serta pengentasan kemiskinan, meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan formal, peningkatan kemampuan/keterampilan tenaga kerja, pembangunan kesehatan, kependudukan, dan keluarga sejahtera serta meningkatkan kesejahteraan guru.
Kharismatik karena adanya protes dari warga Kota Pekanbaru karena Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan Pemilukada diulang karena adanya kecurangan yang dilakukan Firdaus-Ayat Cahyadi. Ini dibuktikan dengan salah satu Masyarakat kota Pekanbaru yang tidak di ketahu namanya, mengatakan jika KPU Kota Pekanbaru sudah tidak independen lagi "Camat Sudah diganti, Lurah juga sudah diganti, namun masih juga PAS yang menang, Berarti masyarakat memilih Firdaus-Ayat, bukan memilih Septina, jadi apa mau KPU Kota Pekanbaru lagi, Saya sudah capek di ombang-ambil oleh KPU karna saya punya hak suara dalam PSU kemarin, kalo di ulang lagi saya capek"
§  Komitmen Firdaus-Ayat terhadap rakyat (memanfaatkan kebudayaan lokal)
1.      Mewujudkan masyarakat berbudaya melayu, bermartabat dan bermarwah yang menjalankan kehidupan beragama, memiliki iman dan taqwa, berkeadilan tanpa membedakan satu dengan yang lainnya serta hidup dalam rukun dan damai.
2.      Meningkatkan    infrastruktur     daerah    baik  prasarana jalan, air bersih, enegeri listrik, penanganan limbah yang sesuai dengan kebutuhan daerah terutama infrastruktur pada kawasan industri, pariwisata serta daerah pinggiran kota.
3.      Mewujudkan    penataan    ruang dan pemanfaatan lahan yang efektif dan  pelestarian lingkungan hidup dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan untuk mengawasi seluruh warganya untuk tidak melakukan pembakaran mulai dari lahan hingga sampah.‎ Pasalnya wilayah kota Pekanbaru adalah lahan gambut yang jika terbakar sangatlah sulit untuk di padamkan.
§  Apa yang menjadikan masyarakat tertarik dengan Firdaus dan Ayat Cahyadi?
Karena Firdaus-Ayat Cahyadi ingin menjadikan Pekanbaru sebagai pusat bisnis dan perdagangan dengan ditopang kebudayaan dan kehidupan keagamaan yang harmonis. Terus menggiatkan persiapan Pekanbaru menjadi kota metropolitan yang madani. Memperkuat kawasan kerjasama antara daerah kabupaten dan kota yang berbatasan yakni Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kampar atau lebih dikenal dengan istilah Pekan Sikawan. Kerjasama telah dilakukan di bidang pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur dan dengan Pemerintah Kabupaten Siak dijalin kerjasama bidang transportasi, air bersih dan lainnya. Selain itu, menggiatkan pembangunan infrastruktur jalan dimulai dengan pembangunan jalan lingkar luar Pekanbaru atau bagian Selatan Pekanbaru agar menjadi tujuan investasi yang terbaik.
§  Partai yang mengusung Firdaus dan Ayat Cahyadi adalah...
Pasangan Firdaus-Ayat Cahyadi diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Bulan Bintang (PBB) dan PDK.

§  Pasangan Firdaus, Ayat Cahyadi apakah asli atau pendatang dari Kota Pekanbaru?
Ayat Cahyadi, S.Si adalah warga pendatang Pekanbaru. Beliau lahir di Bekasi, Jawa Barat pada tanggal 22 Juli 1971 dan beliau sekarang tinggal di Jalan Tengku Bey Peputra Indah II Blok G/193, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru.

PT. HM Sampoerna Tbk


PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk telah menjalankan Program (CSR). Corporate Social Responsibility adalah tanggung jawab perusahaan secara sosial yaitu komitmen bisnis untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, bekerja dengan para karyawan perusahaan, keluarga karyawan tersebut, berikut komuniti-komuniti setempat (lokal) dan masyarakat secara keseluruhan, dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan (Budimanta, Prasetijo, dan Rudito, 2004, p.72).
Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab, PT. HM Sampoerna Tbk. telah melaksanakan CSR. Keberhasilan Program Corporate Social Responsibility merupakan hasil kerjasama PR PT. HM Sampoerna dengan berbagai pihak, salah satunya adalah community development. Community development adalah kegiatan pengembangan masyarakat yang dilakukan secara sistematis, terencana dan diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat guna mencapai kondisi sosial, ekonomi dan kualitas kehidupan yang lebih baik apabila dibandingkan dengan kegiatan pembangunan sebelumnya.
Program CSR yang telah dilakukan oleh Sampoerna meliputi berbagai sektor kehidupan di dalam masyarakat, yakni: pendidikan, pemanfaatan potensi dan sumber daya masyarakat sekitar, kesehatan, sosial dan budaya, pengembangan infrastruktur, dan aspek strategis lainnya. Program CSR Sampoerna dibagi menjadi beberapa program utama, yaitu: Sampoerna goes to campus, pendidikan, community development, lingkungan, sosial, dan employee.
Suatu perusahaan memiliki pihak internal dan eksternal. Sebagai perusahaan dagang publik, sampoerna memiliki tanggung jawab sosial, sebagai berikut:
1.      Menyediakan sumber lapangan kerja dengan komitmen nyata pada diversitas dalam perekrutan, promosi karir, dan gaji karyawan dari semua level.
2.      Berupaya mendapatkan profit dan memberikan pendapatan yang masuk akal bagi share holder-nya.
3.      Menyusun dan memenuhi sasaran strategis yang memberikan pertumbuhan dan daya saing jangka panjang.
4.      Patuh dan menuruti aturan pemerintah berkenaan dengan aturan keamanan, kesehatan, dan lingkungan kerja.
5.      Menyisihkan sebagian pendapatan pertahun untuk tujuan filantropi (amal).
6.      Mempertahankan standar operasi tiap Negara.
7.      Berpartisipasi aktif dalam preses kebijaksanaan publik yang mempengaruhi perusahaan, industri dan stakeholder lain.
Sampoerna Foundation (SF) yang sampai saat ini telah memberikan lebih dari 18.300 beasiswa dari tingkat SD hingga S2, juga menjalankan School Quality Improvement Program ( SQIP) dengan mengadopsi enam sekolah di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali. Di Aceh SF bekerjasama dengan mitra lokal dan internasional menata kembali sistem pendidikan yang hancur. SF juga memfasilitasi sektor swasta yang mendukung perkembangan pendidikan nasional melalui program CSR dengan cara mengelola dana CSR  dan memberkan akses magang di perusahaa-perusahaan besar.
Stakeholder eksternal Sampoerna Foundation (SF) adalah :
1.      ITB, mendirikan Sekolah Bisnis Sampoerna School of Business and Management ITB (SSMB ITB) yang menargetkan mahasiswa dari kalangan eksekutif dan pimpinan perusahaan. Sekolah yang memulai program eksekutif Master of Business Management (MBA) pada Februari mendatang ini lebih fokus pada analisis kasus-kasus perusahaan baik lokal maupun luar negeri.
2.      Masyarakat, dimana terjadi hubungan saling keterkaitan secara langsung maupun tidak langsung dalam menjalankan suatu perusahaan yang bertujuan sebagai penyeimbang dalam suatu perusahaan, perusahaan tidak dapat berjalan sendiri dan egois karena harus memandang beberapa aspek yang saling berkaitan seperti yang telah di jelaskan dalam bab sebelumnya. Dulu, perusahaan bisa berlaku acuh kepada masyarakat sekitar, dan mereka hanya berhubungan dengan pemerintah. Namun, saat ini masyarakat semakin kritis denga ekspektasi yang tinggi.
3.      Pemerintah, memiliki kekuasaan untuk memberikan perijinan. Dalam masyarakat yang masih ditandai dengan adanya KKN yang masih kuat, bukan tidak mungkin kekuasaan pemerintah dalam memberikan perijinan dapat mengagalkan semua rencana yang disusun oleh perusahaan.
Program CSR yang baik, harus mencerminkan triple bottom line, yang meliputi kegiatan ekonomi, sosial dan lingkungan. Dengan program yang baik, perusahaan akan mendapatkan citra yang positif dari masyarakat dan secara tidak langsung akan mendorong kinerja perusahaan. Ada tiga slogan yang harus dijaga perusahaan, yakni people, planet, profit.
Menurut Sapto Handoyo Sakti, direktur komunikasi Sampoerna Foundation bahwa melalui program yang mereka lakukan ini dapat membantu memperbaiki institusi pendidikan di Indonesia. Begitu seriusnya mereka terhadap CSR, hingga ada dana alokasi khusus untuk itu. Tahun ini SF mengalokasikan dana sebesar Rp 50 miliar untuk program perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Partai Golongan Karya (Golkar)



Partai Golongan Karya (GOLKAR)
       I.            Mendeskripsikan kandidat partai yang dimiliki oleh partai Golongan Karya (Golkar)
Empat kandidat Ketua Umum Golkar untuk menggantikan Aburizal Bakrie adalah:
1.      Agung Laksono
Salah satu organisasi massa (Ormas) pendiri Partai Golkar (PG) yaitu Kosgoro 1957 menetapkan Wakil Ketua Umum (Waketum) Agung Laksono (AL) sebagai calon Ketua Umum (Ketum) pengganti Aburizal Bakrie (ARB). Agung dinilai figur yang tepat dan pas untuk menduduki Ketum PG. Agung siap bersaing dengan calon Ketum lainnya, termasuk ARB jika hendak maju lagi menjadi Ketum lagi untuk periode 2014-2018. Agung adalah Ketum Kosgoro 1957.
2.      Priyo Budi Santoso
Priyo Budi Santoso yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR mengaku mendapat dukungan dari salah satu ormas Partai Golkar, yaitu MKGR, untuk menjadi pengganti Ical alias ARB sebagai Ketua Umum Partai Golkar oleh MKGR.
3.      Sharif Cicip
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golongan Karya (Golkar) Akbar Tanjung meyakini bahwa Wakil Ketua Umum Partai Golkar Sharif Cicip Sutardjo akan menjadi Ketua Umum Partai Golkar, menggantikan posisi Aburizal Bakrie (Ical) setelah Ical menjadi Presiden RI kelak. Keyakinan Akbar semakin terlihat pada saat beberapa kali Ical memuji-muji Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut disetiap acara-acara internal Partai Golkar. "Meski tidak secara eksplisit, dia (Ical) sedang mempromosikan Cicip," tegas Akbar.
4.      Mahyuddin
Wakil Ketua MPR RI yang juga Politikus Partai Golkar, Mahyuddin menyatakan dirinya maju sebagai calon ketua umum Golkar pada Munaslub yang rencananya digelar beberapa waktu mendatang.Regenerasi kepemimpinan dalam Munaslub itu menjadi penting demi memastikan Partai Golkar solid menghadapi pilkada serentak dan Pemilu 2019 nanti.
    II.            Ideologi Partai Golongan Karya (Golkar)
-          Ideologi Partai Golkar adalah Pancasila, sebagaimana dituangkan pada pasal 5 AD/ART Partai Golkar bahwa “Partai Golkar Berdasarkan Pancasila”
-          Dalam pandangan Partai Golkar, Pancasila adalah ideologi, falsafah dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pancasila bukan idologi yang dogmatik, tertutup/statis, melainkan ideologi yang hidup, terbuka dan dinamis, yang mampu menyerap dan merespon berbagai dinamika, tantangan/tuntutan dan perubahan (serta dalam konteks menyikapi reformasi, Golkar dengan paradigma barunya tetap menempatkan Pancasila sebagai ideologi , falsafah dan dasar negara serta jati diri bangsa yang tidak berubah.
-          Dalam analisis sistem kepartaian, Partai Golkar secara ideologi politik dapat dikelompokkan sebagai “partai tengah” yang berciri moderat dan tidak ekstrim dan berorientasi program. Hal ini selaras dengan posisi dan titik berat Golkar sejak awal merupakan organisasi sosial politik yang di dalam perjuangannya memperhatikan keseimbangan antara pembangunan material dan spiritual. Di sisi lain, menurut Anies Baswedan (2004), partai Golkar merupakan partai Nasionalis-inklusif yang akomodatif dan terbuka terhadap berbagai kelompok sosial di masyarakat termasuk kelompok keagamaan.
 III.            Anggaran Dasar Partai Golkar
BAB I
NAMA, WAKTU, DAN KEDUDUKAN
Bagian Kesatu
NAMA
Pasal 1
Partai ini bernama Partai Golongan Karya disingkat Partai GOLKAR.
Bagian Kedua
WAKTU
Pasal 2
Partai GOLKAR merupakan kelanjutan Sekretariat Bersama Golongan Karya yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 1964 di Jakarta, untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.
Bagian Ketiga
KEDUDUKAN
Pasal 3
Dewan Pimpinan Pusat Partai GOLKAR berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.
BAB II
KEDAULATAN
Pasal 4
Kedaulatan Partai GOLKAR ada di tangan Anggota dan dilaksanakan menurut ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai.
BAB III
ASAS DAN SIFAT
Bagian Kesatu
ASAS
Pasal 5
Partai GOLKAR berasaskan Pancasila.

Bagian Kedua
SIFAT
Pasal 6
Partai GOLKAR bersifat mandiri, terbuka, demokratis, moderat, solid, mengakar, responsif, majemuk, egaliter, serta berorientasi pada karya dan kekaryaan.
BAB IV
TUJUAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI
Bagian Kesatu
TUJUAN
Pasal 7
Partai GOLKAR bertujuan :
  1. Mempertahankan dan mengamalkan Pancasila serta menegakkan UUD 1945;
  2. Mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana dimaksud dalam pembukaan UUD 1945;
  3. Menciptakan masyarakat adil dan makmur, merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  4. Mewujudkan kedaulatan rakyat dalam rangka mengembangkan kehidupan demokrasi, yang menjunjung tinggi dan menghormati kebenaran, keadilan, hukum, dan Hak Asasi Manusia.
Bagian Kedua
TUGAS POKOK
Pasal 8
Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, tugas pokok Partai GOLKAR adalah memperjuangkan terwujudnya peningkatan segala aspek kehidupan yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, agama, sosial budaya, hukum, serta pertahanan dan keamanan nasional guna mewujudkan cita-cita nasional.
Bagian Ketiga
FUNGSI
Pasal 9
Partai GOLKAR berfungsi :
  1. Menghimpun persamaan sikap politik dan kehendak untuk mencapai cita-cita dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur, material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945;
  2. Mempertahankan, mengemban, mengamalkan, dan membela Pancasila serta berorientasi pada program pembangunan di segala bidang tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan;
  3. Menyerap, menampung, menyalurkan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat, serta meningkatkan kesadaran politik rakyat dan menyiapkan kader-kader dengan memperhatikan kesetaraan gender dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
BAB V
DOKTRIN, IKRAR, DAN PARADIGMA
Bagian Kesatu
DOKTRIN
Pasal 10
  1. Partai GOLKAR mempunyai Doktrin KARYA DAN KEKARYAAN yang disebut “KARYA SIAGA GATRA PRAJA”;
  2. KARYA SIAGA GATRA PRAJA adalah kesatuan pemikiran dan paham-paham yang menyangkut pengembangan serta pelaksanaan karya dan kekaryaan secara nyata dalam perjuangan Partai GOLKAR;
  3. KARYA SIAGA GATRA PRAJA merupakan pedoman, pegangan, dan bimbingan dalam melaksanakan segala kegiatan dan usaha dalam bidang ideologi, politik, hukum, ekonomi, sosial, dan budaya;
  4. Doktrin Partai GOLKAR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam naskah tersendiri yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Anggaran Dasar ini.
Bagian Kedua
IKRAR
Pasal 11
  1. Partai GOLKAR mempunyai ikrar yang disebut PANCA BHAKTI;
  2. PANCA BHAKTI adalah penegasan kebulatan tekad sebagai pengejawantahan doktrin untuk mewujudkan tujuan Partai GOLKAR;
  3. PANCA BHAKTI merupakan pendorong dan penggugah semangat dalam melaksanakan perjuangan Partai GOLKAR;
  4. Ikrar PANCA BHAKTI berbunyi sebagai berikut :
    1. Kami warga Partai Golongan Karya adalah insan yang percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
    2. Kami warga Partai Golongan Karya adalah pejuang dan pelaksana untuk mewujudkan cita-cita Proklamsi 1945, pembela serta pengamal Pancasila;
    3. Kami warga Partai Golongan Karya adalah Pembina persatuan dan kesatuan bangsa yang berwatak setia kawan;
    4. Kami warga Partai Golongan Karya bertekad bulat melaksanakan amanat penderitaan rakyat untuk membangun masyarakat adil, makmur, aman, tertib, dan sentausa;
    5. Kami warga Partai Golongan Karya setia kepada Undang Undang Dasar 1945, mengutamakan kerja keras, jujur, dan bertanggung jawab, dalam melaksanakan pembaharuan dan pembangunan.
Bagian Ketiga
PARADIGMA
Pasal 12
  1. Partai GOLKAR mempunyai paradigma yang merupakan cara pandang Partai GOLKAR tentang diri dan lingkungannya melalui pembaharuan internal dan eksternal dalam rangka mewujudkan tujuan partai.
  2. Paradigma Partai GOLKAR sebagaimana pada ayat (1) dituangkan dalam naskah tersendiri yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Anggaran Dasar ini.
 IV.            Program Partai Golkar
A. SUKSES konsolidasi dan pengembangan organisasi dalam rangka membangun kemandirian, pencitraan dan kewibawaan partai meliputi konsolidasi idiil, wawasan dan organisasi :
1. Meningkatkan penghayatan dan pengamalan ideologi perjuangan Partai Golkar diseluruh jajaran dan anggota Partai Golkar dalam rangka untuk emnjamin tegak dan utuhnya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
2. Meningktakan pemahaman dan kesadaran berbangsa dan bernegara di seluruh jajaran dan anggota Partai Golkar dalam rangka pemantapan wawasan kebangsaan dengan senantiasa mengedepankan paradigma pembaruan dan kesinambungan pembanguna nasional di tengah – tengah percaturan global
3. Mengembalikan Partai Golkar pada posisi sentral dalam dinamika kehidupan politik di tanah air, sehingga dapat mengembangkan pengaruh yang nyata dalam menetukan arah kehidupan demokrasi dan perjalanan bangsa di masa depan, melalui kiprah politik dan karya nyata para kadernya di segenap bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
4. Menciptakan iklim yang kondusif yang memungkinkan kader – kader partai Golkar untuk dapat mengaktualisasikan diri secara kreatif, inovatif dan bertanggung jawab dalam melaksanakan Karya Kekaryaan Partai Golkar.
5. Memperluas basisi keanggotaan yang disertai dengan sistem administrasi yang tertata secara baik, dengan memanfaatkan IT yang terkelola secara terpadu, sehingga menjamin adanya sistem informasi keanggotaan yang pasti, sehingga data keanggotaan termasuk nama dan alamat lengkap, dapat diakses setiap secara on line di seluruh Indonesia
6. Melakukan penataan kelembagaanpartai dalam perspektif struktural dan fungsional di semua tingkatan, guna menjamin peningkatan peran partai sebagai mesin politik yang efektif bagi pelaksanaan program-program Partai Golkar dan pemenangan Partai Golkar dalam setiap pemilu, baik pilkada, Pemilihan Legislatif maupun pemilihan presiden
7. Memperkuat soliditas dan solidaritas diseluruh jajaran kepengurusan dan keluarga besar Partai Golkar melalui penguatan sistem, kader, fasilitas penunjang dan kesekretariatan partai sebagai bagian integral dari modernisasi sehingga dapat mewujudkan fungsi-fungsi partai baik ke dalam maupun keluar
8. Melakukan penataan organisasi melalui revitalisasi ormas-ormas Partai Golkar baik pada organisasi yang mendirikan, organisasi yang didirikan dan organisasi sayap sebagai satu kekuatan sumberdaya dan pilar utama konsolidasi organisasi
9. Mengembangkan lembaga pemikir (think tank) yang dimotori oleh generasi muda terdidik (intelektual muda) untuk dapat melakukan studi-studi di semua bidang kehidupan secara nasional maupun international sebagaio masukan dalam penyusunan kebijakan partai yang harus diperjuangkan
10. Memberikan dorongan dan arahan kepada kader-kader Partai Golkar terutama kader-kader yang telah menduduki jabatan-jabatan dalam lingkup eksekutif dan legislative untuk tetap melaksanakan tugas secara professional, produktif dan akuntabel
11. Mengembangkan manajemen politik secara nasional dengan memadukan posisi Partai Golkar sebagai sarana perjuangan rakyat dan mitra pemerintah yang kritis, konstruktif, obyektif dan proporsional
12. Mewujudkan pengelolaan aset dan kemampuan pendanaan partai melalui sistem Anggaran Pendapatan dan Belanja Partai Golkar (APBPG) dengan mengoptimalkan semua potensi sumberdaya yang tidak bertentangan dengan berbagai ketentuan yang berlaku
13. Penguatan soliditas dan solidaritas di seluruh jajaran kepengurusan Partai Golkar dengan menciptakan sistem dan iklim politik yang kondusif dan kualitatif yang mampu mengelola berbagai potensi konflik di seluruh jajaran Partai Golkar guna mewujudkan fungsi-fungsi partai, baik ke dalam maupun ke luar
14. Menjaga dan menjamin adanya prses penetuan sikap dan pandangan yang tetap konsisten pada garis perjuangan ideology partai dan dalam memperjuangkan kepentingan bangsa, sehingga partai Golkar dihormati dan dikagumi oleh “lawan politik” dan dicintai oleh rakyat
15. Mewujudkan pencitraan Partai Golkar sebagai penyalur aspirasi rakyat yang berwibawa. Sehingga layak memperoleh dukungan rakyat dengan berbagai upaya yang sistematis, rasional, terukur dan terpadu, terutama melalui program-program media massa dalam rangka membangun opini public
B. SUKSES Kaderisasi dan Regenerasi
1. Menciptakan pola rekruitmen kader yang dilakukan secara terbuka dari berbagai sumber dan lapisan masyarakat yang mencerminkan Partai Golkar sebagai partai modern dan terbuka yang memliki ciri pluralisme
2. Menciptakan sistem perkaderan yang terprogram, terukur dan sistematis terhadap basisi-basis Partai Golkar terutama terhadap massa baru dalam masyarakat.
3. Membangun institusi perkaderan yang mandiri guna menjamin berjalannya proses sirkulasi dan regenerasi politik secara sehat dan demokratis.
4. Membangkitkan kemabali semangat, militansi dan kecintaan kader terhadap Partai Golkar memalui sistem Karakterdes ( Kader Penggerak Teritorial Desa) dan Karsinal (Kader Fungsional) dengan mendayagunakan secara optimal organisasi-organsasi yang mendirikan, yang didirikan dan organisasi sayap partai Golkar.
5. Merekrut dan mengembangkan kader-kader fungsional di segala bidang (petani, nelayan, guru, dan profesi-profesi lainnya) untuk dapat melaksanakan program – program partai secara professional di tengah-tengah masyarakat, sebagai penjabaran dari konsep Karya Kekaryaan Partai Golkar.
6. Mendayagunakan kader-kader Partai Golkar secara efektif dalam berbagai bidang sesuai dengan komptensi yang dimilikinya sehingga terdistrubusikan secara merata dan mampu memberikan kontribusi positif di bidangnya masing-masing.
7. Mewujudkan proses regenerasi kepemimpinan partai dalam semua tingkatan termasuk distribusi kader untuk mengisi posisi (jabatan public) yang dapat menjamin peran partai di tengah-tengah masyarakat
8. Merekrut kader-kader potensial secara merit system khususnya dikalangan usia muda yang etlah teruji, memiliki kompetensi dan dengan memperhatikan kesetaraan gender untuk memperkuat struktur kepengurusan Partai Golkar
C. SUKSES pembangunan dalam rangka pengembangan dan penguatan demokrasi untuk mencapai kesejahteraan rakyat
1. Memantapkan implementasi nilai-nilai pancasila sebagai ideologi terbuka dan dasar Negara untuk membangun sistem politik Indonesia dalam kerangka konsolidasi demokrasi berdasarkan UUD 1945, melalui: (1) penataan dan harmonisasi semua peraturan perundang-undangan bidang politik yang terkait, (2) penataan lembaga-lembaga politik dan penyelenggara pemilu untuk meningkatkan kualitas pemilihan umum dalam seleksi kepemimpinan politik, serta (3) pengembangan budaya politik yang demokratis, berkualitas dan bermartabat, dalam rangka untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
2. Mengembangkan budaya politik yang demokratis yang ditandai dengan peningkatan partisipasi politik masyarakat, kebebasan pers yang bertanggung jawab dan menjamin hak rakyat untuk memperoleh informasi dalam rangka pendidikan politik bangsa.
3. Memantapkan kualitas dan peran partai sebagai pilar utama demokrasi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat guna mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan RI 1945
4. Meningkatkan partisipasi dan kemandirian ekonomi masyarakat (warga Negara Indonesia) sebagai pelaku utama perekonomian nasional yang berkualitas dan produktif sehingga mampu menggerakkan roda pembangunan nasional secara efektif dalam rangka mencapai kesejahteaan rakyat.
5. Mengembangkan pemikiran-pemikiran strategis dan komprehensif tentang strategis ekonomi “dua jalur” dalam memenuhi tuntutan reformasi ekonomi yaitu meningkatkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat daya saing ekonomi global, dengan mendorong peningkatan indeks Pengembangan Manusia (HDI) dan pertumbuhan ekonomi sebagai tolok ukur kesejahteraan rakyat.
6. Mendorong peningkatan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi,melalui pemantapan fundamental ekonomi yang kuat, produktivitas tenaga kerja, peningkatan investasi dan ekspor yang berkualitas dan kompetitif, serta pemanfaatan sumberdaya alam dengan menciptakan nilai tambah secara optimal dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan hidup.
7. Mengembangkan pemikiran-pemikiran strategis guna mendorong Pengentasan kemiskinan melalui peningkatan akses kebutuhan dasar bagi masyarakat miskin, pengembangan program pemberdayaan, serta peningkatan subsidi langsung pendidikan dan kesehatan, dan peningkatan ketahanan pangan.
8. Mengembangkan pemikiran-pemikiran strategis guna mendorong Penurunan angka pengangguran, melalui penciptaan lapangan kerja, penyelenggaraan pendidikan dan keterampilan bagi calon pekerja, pengembangan pasar kerja aktif, dan manajemen tenaga kerja Indonesia, dengan memperhatikan secara sungguh-sungguh potensi dan kearifan lokal.
9. Mengembangkan program-program kemitraan dengan berbagai lembaga, Baik pemerintah maupun swasta, dalam rangka pengembangan ekonomi kerakyatan guna mewujudkan kesejahteraan rakyat.
10. Mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui Peningakatan kesehatan dan gizi, mempermudah akses terhadap obat generik, revitalisasi peran Puskesmas dan pemantapan program Keluarga Berencana (KB), serta penataan lingkungan tempat tinggal yang menjamin terwujudnya lingkungan hidup yang manusiawi.
11. Mempertahankan realitas masyarakat Indonesia yang bercorak Pluralistik (majemuk) yang menjunjung tinggi toleransi atas perbedaan primordial (suku, agama, ras, dan antar-golongan) sebagai suatu kekayaan khasanah nasional yang merupakan sumber kekuatan bangsa.
12. Mengembangkan pemikiran-pemikiran dan program strategis dalam Rangka memperkokoh kedalatan wilayah NKRI melalui peningkatan pembangunan terhadap pulau-pulau terdepan NKRI yang berbatasan dengan Negara lain.
13. Mengembangkan pemikiran-pemikiran terkait dengan masalah politik Luar negeri yang bebas aktif, dalam rangka meningkatkan kedaulatan dan kewibawaan bangsa sehingga memiliki pengaruh yang nyata dan kontribusi positif di tengah-tengah pergaulan antar-bangsa di tingkat regional dan internasional
14. Mengembangkan dan mengefektifkan profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga pertahanan wilayah demi tegaknya kedaulatan NKRI, serta prosionalisme aparat kepolisian (Polri) dalam mengatasi berbagai tindak kejahatan, termasuk aksi-aksi terorisme yang merugikan sendi-sendi pembangunan nasional, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, disertai dengan peningkatan pemenuhan kebutuhan alat utama sistim persnjataan (alutsista) dan sarana prasarana lainnya.
15. Memperkokoh supremasi (menempatkan hukum sebagai “panglima” dalam kehidupan berbangsa) dan kepastian hokum, sehingga tercipta rasa keadilan dalam masyarakat dan memperkokohiklim yang kondusif bagi peningkatan investasi.
16. Mengembangkan budaya hokum melalui peningkatan advokasi dan penyadaran masyarakat dalam meningkatkan kualitas ketertiban public dan pemantapan profesionalisme aparat penegak hokum sehingga tercipta rasa aman atas ancaman kepentingan public dari berbagai tindak kejahatan seperti kerusakan lingkungan, penyelundupan manusia, perdagangagn
17. Mengembangkan pemikiran dan implementasi rekonsiliasi nasional dengan berpijak pada implementasi penghormatan dan perlindunganhak asasi manusia (HAM) guna menjamin terciptanya kebersamaan sebagai warga bangsa yang berpikiran maju ke depan dalam membangun bangsa
18. Meningkatkan gerakan anti korupsi yang dialkukan secara sistematis, konsisten dan kontinyu demi terselenggaranya tata-kelola pemerintahan yang baik dan efektif, praktik penyelenggaraan Negara yang bersih, sehingga menjamin kelangsungan percepatan pembangunan nasional
19. Mengembangkan pemikiran dan implementasi atas pengembangan peran strategis agama-agama dalam perspektif peningkatan kualitas spiritual (iman dan taqwa) masyarakat dan kerukunan antar umat beragama sebagai basis nilai dan basis pijak pembanguna nasional
20. Mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan pendidik (guru), pelaksanaan wajib belajar 12 tahun, kualitas kurikulum pendidikan, serta sarana-prasarana pendidikan yang memadai, guna menghasilkan peserta didik yang berkualitas sebagai sumber daya manusia yang utama bagi pembangunan nasional.
  1. Program populer yang digunakan untuk kampanye
Cara yang digunakan partai golkar untuk melakukan kampanye bukan lagi mengandalkan strategi konvensional seperti kampanye dengan mobilisasi massa, metode konvensional masih relevan digunakan tetapi juga harus dikombinasikan dengan kampanye melainkan juga memanfaatkan media, terutama new media atau social media semacam Facebook, Twitter dan lain lain. Pemanfaatan sosial media merupakan keniscayaan di era teknologi informasi seperti sekarang. Menyampaikan visi,  misi dan program-progam Partai Golkar akan jauh lebih efektif dan efisien jika melalui social media. Sebab selain cara mengakses yang mudah dan sudah populer bagi masarakat Indonesia, juga dapat menjangkau banyak kalangan sosial media juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat.