Selasa, 16 Juni 2015

Nilai Penting Kreatifitas dalam Dunia Periklanan



            Kreativitas adalah kemampuan seseorang atau individu untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru dan asli, yang sebelumnya belum dikenal ataupun memecahkan masalah baru yang dihadapi. Kreativitas tidak harus seluruhnya baru, tetapi dapat pula sebagai gabungan yang sudah ada dipadukan sesuatu yang baru.
Kreativitas Iklan adalah pesan iklan yang mengandung ide orisinal, berbeda, baru, dan tak terduga oleh audiensnya. Indikatornya adalah orisinalitas ide, penyampaian pesan yang berbeda, kebaruan pesan iklan dan cerita iklan yang tak terduga. Kreativitas iklan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas iklan.
Kreativitas hampir selalu digunakan dalam periklanan, karena kreativitas dapat membantu periklanan dalam memberi informasi, membujuk, mengingatkan, meningkatkan nilai dan dapat “meledakkan” periklanan. Iklan harus menimbulkan empulse atau dorongan untuk membeli bagi konsumen, yang berarti iklan harus jelas, mudah dipahami, dan menawarkan solusi. Sebuah iklan harus menginformasikan keunikan dan keunggulan sebuah produk.
Kreatifitas iklan adalah how to say sebuah pesan periklanan atau cara yang dilakukan untuk mengkomunikasikan pesan iklan (what to say) kepada audiens. Prinsip pertama kreatifitas dalam sebuah iklan adalah bahwa kreatifitas tidak menciptakan sesuatu dari yang tidak ada. Kreatifitas membuka, memilih, kemudian mengatur kembali, menggabungkan, menghasilkan fakta, keahlian dan ide yang sudah ada sebelumnya. Dalam arti lain bahwa kreatifitas adalah penggabungan ide-ide yang telah ada untuk menciptakan sesuatu yang baru (Roman, Maas & Nisenholtz, 2005).
Menciptakan iklan yang kreatif tidaklah mudah, karena karya iklan merupakan hasil kolaborasi antara penulis naskah dengan pengarah seni atau antara agen dan klien. (Roman, Maas & Nisenholtz, 2005).
Beberapa pendekatan yang digunakan dalam membuat lanturan lanturan untuk menciptakan iklan yang menarik (Hakim, 2005) yaitu :
– Plesetan
Orang tertawa ketika mendengar plesetan karena relevansinya. Relevansi dalam konteks ini mengacu pada kata aslinya yang kemudian diplesetkan.
– Visual produk
Penggantian sebuah visual dengan visual lainnya. Mengganti secara keseluruhan, ukurannya atau salah satu elemen.
– Headline atau tipografi
Visual berbentuk susunan kata dari headline atau tipografi yang memuat makna tertentu.
– Logo
Menjadikan elemen logo sebagai sumber ide dalam menyampaikan pesan periklanan.
– Makna ganda
Sebuah simbol yang dihadirkan untuk mewakili dua benda atau dua hal sekaligus.
– Tokoh sebagai endoser
Penggunaan orang terutama yang menjadi publik figur dalam penyampaian pesan.
– Sex
Mengarahkan fikiran konsumen pada hal-hal yang sensual.
– Fungsi produk
Memindahkan fungsi dari suatu produk pada pada hal yang bersifat positif untuk menambah dramatisasi dari benefit produk tersebut.
Oleh karena itu pada tahap brainstorming (pencarian ide yang bebas) dalam sebuah kelompok semua ide ditampung untuk kemudian dinilai ulang. Biasanya saat brainstorming tim kreatif menggunakan strategi tertentu dalam eksekusi kreatif. Strategi tersebut dengan cara melantur, lanturan disengaja untuk tujuan tertentu dengan tetap menjaga relevansinya, maksudnya adalah melantur sejauh-jauhnya namun merelevansikan sedekat-dekatnya (Hakim, 2005).

Perkembangan televisi di Indonesia telah mendorong industri periklanan, di tengah persaingan ketat, creator iklan mesti menyajikan sebuah iklan kreatif. Persaingan yang semakin ketat menuntuk inovasi dan kreativitas dalam berpromosi. Melalui iklan di media cetak maupun media elektronik merupakan upaya promosi yang ampuh untuk menarik pelanggan. Melalui iklanlah konsumen biasanya mengenal suatu produk dan tergerak untuk melakukan pembelian. Sementara bagi perusahaan, iklan dinilai menjadi corong yang eektif untuk mempengaruhi manyarakat agar berpikir dan bertindak sesuai pesan yang disampaikan dalam iklan.
Cara memunculkan kreativitas adalah sebagai berikut:
1. Convention
Analisislah kebiasaan ide iklan suatu produk di kategori yang sama. Ditahapan ini kita berfikir inside the box. Karena sebelum kita berfikir outside the box kita harus tahu dulu seperti apa inside-nya baru kemudian mencari outside-nya.
2. Disturbtion
Ditahapan inilah kita baru berfikir out side the box, mencari sesuatu yang di luar kebiasaan.Buat daftar ide sebanyak-banyaknya.
– Inkubasi
Bagian dari ‘stress’, hang. Tips-nya adalah harus keluar dari masalah (refreshing) asal jangan terlalu lama.
– Iluminasi
Sebuah ide Timbul dan memberikan semangat untuk melaksanakan Ide!
3. Kembali ke visi iklan (Brief yang di buat)
Dari daftar ide yang ditemukan, mana yang relevan dengan visi iklan dan sesuai brief.

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar